Hari ini....
Kabut mendung menutupi selaput mata sendu
Merajam sejuta busur kesatu arah
Menjadikan jantung arjuna targetnya
Tahta itu menunggu ratu dengan mahkotanya..
Saat tahta terenggut 5 tahun silam
Kini ratu itu hijrah bertahta disinggasana seberang sana...
Adam kini berduka duduk dipuncak piramida segitiga...
Entah dia akan terjun atau malah ikut tertimbun....
Kemarin padinya telah merunduk hampir kuning..
Tapi hari ini sentak saja menjadi ilalang...
Gunung - gunungpun makin tinggi seakan menengadah dagu atas arogannya yang gila..
Tapi hawa masih bertahta...
Kini angin berhembus dari barat
Membawa berita duka 2 buah
Merpati saja diam takmau terbang
Tapi para malaikat bersenandung lirih mencoba bernyanyi dibawah piramida itu menghibur adam..
Padahal diseberang ada sayembara
Raja itu menang tertawa
Ratunya diam menyembunyikan fakta dunia..
Ada yang terinjak tertanam hingga sebatas dada..
Ada yang tak tau ada yang tak mau tau ada pula tak tau harus apa..
Tetap saja pion maju selangkah...
Walau harus mati...
Sumpah aku tak tau wasiat apa ini...
Sejak kemarin pagi hujan...
Lalu ada ledakan tertunda sorenya...
Malamnya berkelana pulang pagi..
Lalu ....
Berlalu ..... tiba-tiba mata sendu hati pilu badan kaku hidup segan mati tak mau...
Aku menulis wasiat sambil berjalan diatas beling pecahan gelisah-gelisah bisu tak terungkap...
YaAllah cabut saja nyawanya yaAllah....
Sungguh aku tak mampu menuliskan apa yang dia rasa...
Orang-orang selalu mengecam hidupnya sejak dia remaja..mereka tak tahu apa yang dihadapinya..
Hanya menghakiminya..menjajah hatinya..menyekat jalannya...
Cabut saja yaAllah...
Peluk dia...
Rabu, 28 Agustus 2019
Wasiat Dia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar