Empat tahun yang berat untuk dilalui...
Bersama hilangmu dari sisi, lalu berbekas dihati, sampai akhirnya bayangmupun perlahan pergi sampai hanya semua tinggal memori..
takada sedikitpun sakit hati, walau hanya banyak sekali tanya dalam hati, seperti hujan abu gunung merapi..
seolah saat itu menutupi semua yang terlihat dan selalu hadir bersama detak urat nadi, seperti sapi terikat tali...
aku berjuang, berdo'a, walau merangkak, hidup dihari ini sampai besok pagi, dan terus begitu setiap hari, jelas, tanpa lupa aku pura-pura bahagia...
aku selalu berharap semua yang terjadi akan kembali lagi seperti hari biasanya saat kita berdua habiskan hari, bertengkar, lalu baikan lagi...
tapi kali ini ternyata beda, setahun kepergianmu aku rayakan pulang kerumah berharap hati terobati, tapi aku benci...
sebuah pesan masuk, " hey... aku akan menikah " tanpa bertanya kabar, tanpa mau tau apa yang sedang kualalmi...
teruntuk kalian semua yang mengalami kejadian diatas, tenang dan
percayalah itu baru awal kesakitan...
lalu untuk kalian yang pergi seperti kisah diatas, selamat berbahagia atas pilihan hati, walau, sedikit melukai hati yang lain, dan percayalah, sulit diobati.....
