Rabu, 15 November 2017

15 november 2017

Hari ini.....
Terketuk hati memang belum mati...
Terperangah melihat cerminan diri...
Sunyi sepi menemani bernyanyi takmau pergi..
Teringat saat duluuuuuuu sekali...
Bunda selalu bernyanyi sebelum datang mimpi..
Atau,,saat ayah menggendong sambil menujuk keluar di jendela gubuk kami...
Kini...
Ananda jauuuuuuuuuuuh sekali.....
Terngiang pesan bunda,jangan tinggalkan sholat lagi.......
Lalu kupandangi ayah,,yang terbaring saat pulang mencari rezeki,,
Untuk kami.....
Walau sesuap nasi....
Sakit dia tak perduli....
Lalu,apa balas kami???
Ayah bunda yang kucintai.....
Maafkanlah ananda yang belum bisa mandiri....
Apalagi untuk menafkahi,,seperti bermimpi..
Ayah bunda yang kusayangi....
Terimakasih atas segala maaf,doa dan kesempatan yang kalian beri tanpa henti.....
Tapi apa yang kuberi????
Air mata bunda yang jatuh dipipi.....
Saat ini.....
Berkurang sudah jatah hidup duniawi....
Lalu,apa bekalku nanti???
Hanya selusin saja yang ingat hari ini....
Namun tak penting lagi.....
Anakmu tak lagi peduli...
Ayah bunda belahan hati.....
Teruslah mencintaiku sampai nanti....
Sampai aku mati.....

Kamis, 28 September 2017

diagram diri

sebuah persimpangan tatkala aku berdiri...
disudut kota menatap mimpi lagi aku sembunyi...
enyah saja kau babi,,
kulagi bernyanyi sembari jemari menggelitik 6 tali....

bersahajalah kau pada sebuah asa durjana...
berdustalah kau pada nurani hati putus asa..
atau berjaya kau anggap saat kau tatap rona,,
jingga wajah mereka tanpa dosa tipu daya...

tapi tak apa sungguh biasa saat terjadi begitu saja...
kami hanya debu dimata...
lupakah dia kita tercipta sama??
serapahmu bernoda dosa... Tuhan ampunilah dia....

aku dewasa dalam egomu,lepas diri dari segitiga hitam api...
bermuaralah kini jiwa sesat pada sebuah inti...
mencoba mencari arti,,,tapi........
caci maki tak lagi berarti... gudang harta itu takkan kulupa sampai mati.....

jika memang telah habis dan tak ada walau sedikit lagi,,
aku hanya bisa bernyanyi...tanpa intuisi sebuah fiksi...
tak lagi mampu hadir tangis disini,,
sungguh, kulagi bernyanyi sembari jemari menggelitik 6 tali...



     

Selasa, 25 Juli 2017

Sayup

Aku berlabuh pada pulau hijau,,
Setelah aku berabad abad terapung apung dilaut merah darah..
Kejam.......

Aku kaku pada hutan semak merah jambu....
Teriakanku serak parau memanggilmu
Ibu...
Maafkan aku...

Kupanjat pohon besar kuat gagah....
Berteduh hujan entah panas..
Tak sadar kaki menginjak sarang lebah...
Terenyuh badan lah lemas..
Ganas....

Kuturuni dahan satu satu...
Saat sungai mengalir kehulu..
Lagi pilu,,teringat ibu peluk aku...
Aku rindu pelita hatiku....

" percayalah sahabat,, bagaimanapun indah dan bahagianya hidup dengan orang lain, takkan senyaman dan setenang kau hidup dengan orangtuamu sendiri "

Jumat, 28 April 2017

Rekayasa kata

Pagi duka...sama seperti sebelum sebelumnya....
Sebelah mata saja...
Diam,bicara sama saja...
Tetap saja semua....
Apa yang kurasa,,berfikir sendiri tanpa bicara,,,tatkala dilema akan dunia...
Siapa bijaksana??
Semuanya yang bukan saya....
Siapa yang hina ???
Pasti hanya saya....
Dan begitulah seterusnya.....
Selalu kubertanya,,
Apa bahagia???
Jawaban semua,,
Jangan cari bahagia...
Tapi ciptakan bahagia....
Hahahahahahaha.....
Tertawa saja saya...
Karena apa bahagia ???
Saya sampai lupa....
Lantas ini apa ?
Wahai pembaca,,siapapun anda....
Saya hanya insan pendosa...
Anggap saja ini rekayasa kata...
Karena jujurpun saya....
Takkan ada bedanya terlihat mata...
Ya......
Terkesan arogan kalimatnya....
Anggap saja ini rekayasa kata...
Saat dimana sang pendosa
Taklagi berkata manja...
Mungkin sakit jiwa....
Hahahahahahaha....
Tertawa saja anda....
Karena takkan ada juga yang kan mengerti disana.....
Lalu ini untuk apa???
Bukan apa apa dan takkan mengubah apa apa....
Ini hanya frasa jiwa....
Anggap saja rekayasa kata.....
Sekali lagi,,rekayasa kata......

Sabtu, 18 Maret 2017

Cerita hari [4] end

Selamat malam kelam...
Tarik nafas dalam...
Bahagiaku bersemayam...
Saatnya redupkan bolam....

Cerita hati [3]

Selamat petang jingga
Lepaskan penat akan dahaga...
Terjaga, kokoh berdiri semangat laga.....
Aku masih bersahaja....

Cerita hati [2]

Selamat siang pecundang !!!!!
Cibirmu lebih keras dari karang...
Lahir kita sama-sama telanjang...
Tapi tekadku takkan usang.....

BELATI

Masih,, disini berdiam menanti....
Tangis langit menghujam tak henti....
Bicarah hati lewat jemari....
Saat jiwa menolak arogansi....

Dimana pelita? Cahaya jiwanya...
Bukan fatamorgana, tapi maya.....
Gundah gulana dia pada hasrat dunia....
Temukan, dan percuma saja tanpa cinta...

Alam bersenandung tak bisu..
Luka, derita dunia yang dewasakan aku...
Bukan buku, bukan terpaku, pahamilah aku..
Tiap hela nafasku izin tuhan tentu...

Nanti akan terang, bukan siang...
Tapi setelah kuberperang.....
Mereka teriak, jalang !!!!!!!
Heeeii... Aku sedang mengasah pedang...

Jumat, 17 Maret 2017

Cerita hari [1]

Selamat pagi mentari
Lagi gerombolan pipit bernyanyi....
Memulai hari tinggalkan mimpi...
Berharap bahagia sampai mati.....

HATI

Tak ada niat,siasat,apalagi firasat....
Saat 2 pasang mata bertatap sesaat
Tangan berjabat,cinta terlihat,cepat bak kilat...

Janji yang terukir diselembar daun...
Hidup matipun serumpun....
Hari berganti bulan ketahun..
Semua begitu anggun....

Entah,keaadaan,ancaman atau kawan,,
Dimatamu aku taklagi dermawan...
Tuntutan,desakan selalu kau teriakkan...
Aku hanya sedang dialam tak menawan...

Ingin kuberlari pergi...menantang diri
Bahagiakan tambatan hati....
Tapi itu bunuh diri...
Apa memang kuharus mati ???

Mau apalagi......aku harus begini......
Cinta itu takkan mati,, Tapi................
Aku tak bisa memaksa merpati berjanji
Setia pada sangkar sampai mati,,,
Jika ia bahagia pergi,,,,maka ikhlasku disini...

Minggu, 12 Februari 2017

TERSANDAR

Lagi,,,jingga hadir hari ini...
Tapi tak lama,,lalu hadir hitam dimalamnya..
Sepi,,,langit mendung,hanya suara detik jam dinding bersenandung...
Tapi juga penat,,diam kaku saat sesekali langit arogan dengan kilat...

Hidup,,,kini redup,sayup,,,,
Desak,,kian menyesak,,sesaaaak!!!
Lirih,,perih hanya bisa merintih...
Salah....dan sama saja,,tetap aku yang salah.......

Sabtu, 07 Januari 2017

BUKAN PUISI

Bicara soal hidup...
Adakalanya diri tertelungkup,,
Serasa mati tapi hidup...
Dikala diri sendiri tapi ramai,,sayup...

Bicara soal tambatan....
Terkadang lunglai sesaat macam setan...
Menghantu,membuat aku terpaku saat berbisik pelan...
Nada2 yg seakan membuatmu mati perlahan.....

Bicara soal asa....
Tak jarang diluar logika...
Melihat disana,dan disini diam saja...
Intinya tak ada yang mau menderita...

Bicara soal mimpi.....
Ini tentang hidup,tambatan dan asa yg hampiri...
Bahagia,senang,foya-foya,dan semua hal duniawi....
Ingatlah itu hanya ekspektasi....

Kini kita bicara tentang bahagia....
Sederhana....
Hanya tergantung bagaimana menyikapinya....
Saat apa yg telah ada,syukuri nikmatnya,hiduplah apa adanya,berfikir logis dan berfikir positif,,,itu yg akan mengiringmu pada bahagia yg hakiki...