Senin, 19 Agustus 2019

KELANA 2

saat sang surya menyapa malam kutulis sebuah nada lara
diatas luka bercengkramalah dia bersama irama kain perca
lalu bintang tak meredup malah merona purnama
tapi dinginnya malam jogja kala ini seakan jadi pertanda
bahwa ada sebuah hati beku disana
dunia membuat banyak insan terlena di gilanya
sembari menyatap norma - norma
lantas, apakah dia berdusta diatas singgasananya?
atau malah dia tertawa bersama irama kain perca?
atau mungkin ia sedang berduka menulis diatas luka?
maka sungguh sedang menari frasa
ditiap dilematis tertekan antara dua batu sejajar lalu bergerilya

para hantu menuntut lepas belenggu bisu
sayangnya malam kan berlalu
nanti saat burung berkicau menjawab kokok ayam jantan
barulah barisan para rumput bergetar bermandikan butiran embun
entah kemana irama kain perca
atau penuh tulisan diluka?
atau frasa akan menjadi sebuah norma?
wallahu'alam

F.Mirlando

Tidak ada komentar:

Posting Komentar