Vespa...
Menurut kalian mungkin hanya sebuah benda, jenaka, langka, atau apalah sebutanya....
Tapi bagi pengendaranya vespa adalah media, saat dimana isi dunia sibuk memperkaya mereka tepis dengan cinta saudara...
Saat dimana wanita memilah pria idaman dengan tahta dan harta...
Mereka bangga dengan apa adanya...
Saat dimana pria meninggalkan kekasihnya karena tak sejalan katanya...
Mereka mencari selah agar bertahan hubungannya.....
Vespa itu bukan fatamorgana dunia...
Vespa adalah fakta bahwa apa adanya bukan hanya omongan belaka....
Vespa itu kaya akan rasa...
Percaya tidak percaya
Tiap pengendaranya bersaudara
Prinsipnya 1 vespa sejuta saudara
Pada dasarnya setia, karena biasanya rusak itu diperbaiki bukan mengganti baru kendaraan bawaanya...
Apalagi urusan cinta pengendara vespa akan cenderung sederhana, karena prioritasnya adalah bersama...
Logikanya jika sayang berjuang itu sama - sama bukan saya atau kamu saja...
Tapi bila sakit balasannya...
Tenaaaaaang..
Anak vespa biasanya tidak dendam hatinya...
Yaaaaa.... paling mereka tidak akan pernah lupa bagaimana sakitnya
Setidaknya untuk pelajaran agar kedepan hubungan baik menantinya...
Dear penghuni dunia....
Ini bukan pencitraan anak vespa
Saya hanya menulis isi hati saja
Berhubung tidak bisa terpejamnya mata dan hati gundah gulana
Maka......
Ah sudahlaaaaa.....
Wkwkwkwk salam mesin kanan sejuta saudara....
Kamis, 21 Juni 2018
Vespa berkata
Kamis, 12 April 2018
KELANA
Merasa agungkah kau disana?
Terpikirlah olehku bahwa kita hanya berperan....
Apa yang kau cari????
Sempurna(?) Hmmmmmm.....
Jika dosaku dibukukan mungkin lusinan sudah...
Ketahuilah...tak mampu aku berbenah seperti mematahkan ranting rapuh...
Bahkan mawarmupun butuh fase untuk bisa kau nikmati indah kelopak dan wangi aromanya....
Tapi Agung hanya dia yang Esa...
Sempurna(?)
Seperti kaki yang melangkah kanan dan kiri....
Bulan dan mentari...badai dan pelangi...
Pikiran dan hati....
Semua saling melengkapi...
Lalu bagaimana aku dan kamu(?)
Kupasrahkan pada illahi...
Kulukiskan sajak diri padamu kini...
Bukan pelangi,bukan juga lautan sore hari...apalagi pegunungan asri....
Hanya seonggok abstrak diri seperti.....
Sebut saja (maki)
Tak guna memang merendahkan diri...
Memang ironis yang terjadi
Semoga kau mengerti....
Sekarang kita lihat ......
Mana arah kiblat?? Bukankah sama kita melihat kebarat??
Aku belum sepertimu yg taat...
Tapi telah kutinggalkan bejat yang dahsyat menyayat....
Setidaknya sebelum aku menjadi mayat aku punya hasrat untuk mendekat pada yang maha melihat untuk bertaubat....
Karena nanti setelah akad bersama kita akan sholat dan bersholawat....
Selangkah telah berlalu....
Tidakkah terbesit diakalmu siapa aku?
Tapi kamu.... mematahkan tiap sendi tulangku...merobek jantungku..sayat aku....
Dibalik cadar hitam hijab panjangmu...anggun tatapmu luluh lantahkan hatiku....
Betapa malunya aku sungguh ampun ditaruh dimana mukaku...?
Usahkan melamarmu bahkan bermimpi pun tak berani aku....
Aku hanya pendosa yang berkelana mencari pelana kuda....
Jauh dari kata sempurna,,tapi jangan lupa aku manusia..kita sama - sama ciptaanya yang memang cuma hamba...
Dan jika saya orangnya... beri saja saya peta letak pelana kuda....
Agar perjalanan hijrah tak terlena pada fatamorgana dunia saja...
Katakan pada saya bahwa kita akan bersama disurga....
Jalani hidup apa adanya indah bagai aurora atau perih bagai dipenjara akan kita lalui bersama....
Itulah Sempurna dimata saya
Terpikirlah olehku bahwa kita hanya berperan....
Apa yang kau cari????
Sempurna(?) Hmmmmmm.....
Jika dosaku dibukukan mungkin lusinan sudah...
Ketahuilah...tak mampu aku berbenah seperti mematahkan ranting rapuh...
Bahkan mawarmupun butuh fase untuk bisa kau nikmati indah kelopak dan wangi aromanya....
Tapi Agung hanya dia yang Esa...
Sempurna(?)
Seperti kaki yang melangkah kanan dan kiri....
Bulan dan mentari...badai dan pelangi...
Pikiran dan hati....
Semua saling melengkapi...
Lalu bagaimana aku dan kamu(?)
Kupasrahkan pada illahi...
Kulukiskan sajak diri padamu kini...
Bukan pelangi,bukan juga lautan sore hari...apalagi pegunungan asri....
Hanya seonggok abstrak diri seperti.....
Sebut saja (maki)
Tak guna memang merendahkan diri...
Memang ironis yang terjadi
Semoga kau mengerti....
Sekarang kita lihat ......
Mana arah kiblat?? Bukankah sama kita melihat kebarat??
Aku belum sepertimu yg taat...
Tapi telah kutinggalkan bejat yang dahsyat menyayat....
Setidaknya sebelum aku menjadi mayat aku punya hasrat untuk mendekat pada yang maha melihat untuk bertaubat....
Karena nanti setelah akad bersama kita akan sholat dan bersholawat....
Selangkah telah berlalu....
Tidakkah terbesit diakalmu siapa aku?
Tapi kamu.... mematahkan tiap sendi tulangku...merobek jantungku..sayat aku....
Dibalik cadar hitam hijab panjangmu...anggun tatapmu luluh lantahkan hatiku....
Betapa malunya aku sungguh ampun ditaruh dimana mukaku...?
Usahkan melamarmu bahkan bermimpi pun tak berani aku....
Aku hanya pendosa yang berkelana mencari pelana kuda....
Jauh dari kata sempurna,,tapi jangan lupa aku manusia..kita sama - sama ciptaanya yang memang cuma hamba...
Dan jika saya orangnya... beri saja saya peta letak pelana kuda....
Agar perjalanan hijrah tak terlena pada fatamorgana dunia saja...
Katakan pada saya bahwa kita akan bersama disurga....
Jalani hidup apa adanya indah bagai aurora atau perih bagai dipenjara akan kita lalui bersama....
Itulah Sempurna dimata saya
Jumat, 09 Februari 2018
Kram Otak
Pelan, sendu, jemariku petik
Satu satu senar itu..
Menarilah seekor cicak di tembok lusuh disudut sana...
Dan ditepi sini sepasang nyamuk bernyanyi bersama alunan petikan gitarku...
Tapi.... Hei!!! Pelankan suara kalian, teriak tikus dari atas loteng..
Lantas kudiam saja, tik tik tik tik begitu kata jarum yang menunjuk kearah angka 12,kk la dan langit masih gelap...
Hahahahahaha aku sadar tidak mabuk...
Hanya saja aku teringat pada suatu pagi saat terbangun dan dalam dekapan seorang hawa,
Saat itu ia masih terlelap,dan ku merindu pada satu sosok seorang fortuna anggun,saat dimana ia pelukku hangat,disaat yang sama aku tengah menanti janji sang dewi yang akan datang dengan sejuta rindu dihati,berjanji mengulang kembali sebuah dosa yang temani kami habiskan malam....
Hmmmmm.....
Kini aku tersenyum....
Melihat fakta aku yang terkunci dalam ruangan tanpa jeruji terkunci..
Vinc..
Satu satu senar itu..
Menarilah seekor cicak di tembok lusuh disudut sana...
Dan ditepi sini sepasang nyamuk bernyanyi bersama alunan petikan gitarku...
Tapi.... Hei!!! Pelankan suara kalian, teriak tikus dari atas loteng..
Lantas kudiam saja, tik tik tik tik begitu kata jarum yang menunjuk kearah angka 12,kk la dan langit masih gelap...
Hahahahahaha aku sadar tidak mabuk...
Hanya saja aku teringat pada suatu pagi saat terbangun dan dalam dekapan seorang hawa,
Saat itu ia masih terlelap,dan ku merindu pada satu sosok seorang fortuna anggun,saat dimana ia pelukku hangat,disaat yang sama aku tengah menanti janji sang dewi yang akan datang dengan sejuta rindu dihati,berjanji mengulang kembali sebuah dosa yang temani kami habiskan malam....
Hmmmmm.....
Kini aku tersenyum....
Melihat fakta aku yang terkunci dalam ruangan tanpa jeruji terkunci..
Vinc..
Langganan:
Komentar (Atom)