Kamis, 28 September 2017

diagram diri

sebuah persimpangan tatkala aku berdiri...
disudut kota menatap mimpi lagi aku sembunyi...
enyah saja kau babi,,
kulagi bernyanyi sembari jemari menggelitik 6 tali....

bersahajalah kau pada sebuah asa durjana...
berdustalah kau pada nurani hati putus asa..
atau berjaya kau anggap saat kau tatap rona,,
jingga wajah mereka tanpa dosa tipu daya...

tapi tak apa sungguh biasa saat terjadi begitu saja...
kami hanya debu dimata...
lupakah dia kita tercipta sama??
serapahmu bernoda dosa... Tuhan ampunilah dia....

aku dewasa dalam egomu,lepas diri dari segitiga hitam api...
bermuaralah kini jiwa sesat pada sebuah inti...
mencoba mencari arti,,,tapi........
caci maki tak lagi berarti... gudang harta itu takkan kulupa sampai mati.....

jika memang telah habis dan tak ada walau sedikit lagi,,
aku hanya bisa bernyanyi...tanpa intuisi sebuah fiksi...
tak lagi mampu hadir tangis disini,,
sungguh, kulagi bernyanyi sembari jemari menggelitik 6 tali...



     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar